Bermain di hari libur

karya malika

pagi itu kucing ku melahirkan yang namanya Bobo pagi itu seperti biasa aku bangun pagi sekali lalu setelah sholat subuh ayahku seperti biasa sedang memberiskan dan memberi makan kucing ku lalu ayah ku bilang bahwa kucing ku melahirkan tapi di makan kucing ku yang satunya yang bernama Miciko ternyata saat di lihat Miciko adalah tersangka yang memakan baby kucingku sampai Tom kucing ku yang lain mengagap karena anak nya sendiri memakan baby kucing  ku lalu 3 minggu kemudian ………bambambam Bobo mati karena dia pendarahan setiap hari dia bedarah darah lalu dia mati aku sangat sedih karena sebenarnya dia kucing yang paling ku suka tapi jangan bilang kucing ku yang satunya karena mereka akan marah kepada ku.Lalu saat sepulang sekolah aku langsung ke makan nya Bobo lalu aku langsung menyebarkan peristiwa ini ke tetangga ku lalu aku dan tetangga ku langsung mengambi bunga untuk nya lalu aku berenang di kolam kecil temanku lalu kami mandi dan memanggil adikku untuk pulang.Keesokan hari nya aku melakukan hal yang sama adan aku dan tetangga ku membawa lebih banyak bunga untuk Bobo.Jadi sekarang aku hanya punya 2 kucing tidak seperti dulu karena dulu aku punya banyak kucing,tapi tidak apa apa karena aku masih punya kucing yang setia  di rumah ku lalu aku coba menghilangkan rasa sedihku dengan bermain online game dan menulis certa di cacil atau diaryku dan betul aku membuat diriku sediri bahagia.Lalu aku menanam banyak hal di kebun atau taman ku aku menanam bawang,melon dan tanaman obat lalu aku kembali ke kamarku setelah cuci tangan dan kembali melanjutkan menulis di kamarku.Dan aku ke laptopku lagi untukmengerjakan PR dari EF karena agar kalau temanku mengetik aku tidak karena aku telah menyelesaikan pr ku hihihi…….. karena kadang aku lebih suka duluan dan langsung bermain aku juga sebenarnya kadang tidak terlalu bisa menulis/speling dalam bahasa inggris hihihi.

Advertisements

Rumah Hantu

Karya: Aqeela Quaneisha Mamora

Pada suatu hari aku bertemu dengan temanku yang bernama Raina.” hai Aqeela, besok kan libur. Nah, aku ingin mengajak kamu berkunjung ke Rumah Hantu.” seru Raina ” jam berapa?” tanya aku ”jam 4.00 sore ya!” senang Raina.

Sesampai dirumah aku mandi, makan,. Saat jam 9, waktunya aku tidur. Saat aku terlelap tidur mimpiku sangat menyeramkan. Suatu hari, aku pergi ke Rumah Hantu bersama Raina. Saat berjalan ke tempat hantu zombi, tiba-tiba raina teriak kencang ” TOLONG!!!!!” aku langsung berlari ke sumber suara itu. Saat aku sampai ke tempat suara itu, aku melihat ada kepala yang bergeletakan dan dimana badan-badan itu? Saat aku memperhatikan kepala itu, tenyata itu kepala Raina!!! Aku benar-benar terkejut melihatnya..

Hari Senin aku kembali ke sekolah. Aku melihat banyak yang bicara tentang Raina. ”hei, katanya pak Fikal Raina meninggal karena dibunuh diRumah hantu.” kata oline ”iya. Tapi yang ditemukan cuma kepalanya saja.” kata anabel ” iiiiihhhh… aku tidak mau ke rumah hantu aahhh.. nanti aku dibunuh seperti Raina!” kata Lola ketakutan. Saat pulang sekolah aku pulang bersama Anabel, karena kami dekat rumahnya dan 1 komplek. Karena aku sudah tahu sifat Raina, aku merasa seperti ada orang yang makan disebelahku.. Aku merasa Raina yang makan disamping aku. Aku hanya makan sendirian saja dimeja makan mamah dan papahku sedang bekerja dan pembantu aku sedang mencuci piring, tiba-tiba ada yang mengambil makanan… dan itu mirip dengan kelakuan Raina

Anak-anak yang Berjuang untuk Sekolah

Karya: Ayni

Di sebuah pulau yang bernama Pulau Sumba, ada sangat banyak anak anak yang kesulitan untuk berangkat sekolah. Mereka harus melewati tantangan yang sangat sulit, seperti melewati banjir atau longsor. Anak-anak di sana tidak mau bolos sekolah. Demi membuat orang tua mereka bangga. Anak-anak di Pulau Sumba ini juga seperti itu.

Mereka harus melewati sungai yang sangat dalam dan harus membuka baju mereka.

Saat pulang sekolah pun mereka juga harus melewati sungai yang sangat dalam. pasti mereka tidak akan sanggup melewati sungai itu setiap hari. Sekolahnya pun pasti tidak begitu nyaman.

Kalau aku jadi seperti mereka pasti sangat tidak nyaman. Aku mungkin tidak akan sanggup tinggal di sana. Apakah mungkin mereka bisa tinggal seperti itu selamanya. Kurasa tidak. Karena kalau mereka akan tinggal di sana selamanya pasti mereka akan selalu kesulitan. Aku ingin bisa membantu mereka yang tak berkecukupan.

Semoga mereka bisa menggapai cita-citanya. Dan membanggakan orang tua.

Perjuangan ku Menuju Sekolah

Aku bernama Made, aku selalu bangun dipagi hari untuk menuju ke sekolah. Setelah itu aku sarapan dengan nasi dan satu buah tempe goreng , aku tidak terlalu kenyang tetapi aku tetap semangat menuju ke sekolah. Karena kemarin hujan, jalanannya cukup banyak genangan air. Diperjalanan aku bertemu beberapa temanku. Tidak lama kemudian kami melalui rintangan yang berbahaya bagi kami, yaitu melewati sungai yang kira-kira 200 meter. Aku melihat dari kejauhan ada seekor buaya yang mendekati kita. Aku memanggil teman-temanku dan memberi tahu jika ada buaya yang mendekati kita. Kita semua ketakutan karna buayanya semakin dekat. Aku melihat ranting pohon yang cukup panjang. Aku segera mengambil ranting kayu itu dan melempar ranting itu ke buaya. Saat aku melemparkan ranting itu, mulut buaya terbuka lebar dan ranting itu menyangkut di mulut buaya. Buaya itu tersandung batu dan terbawa arus air yang cukup kencang. Teman-temanku bergembira. Kami melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan selamat.