Project UO

Karya Keisha

Gracey sehabis membeli makanan di sebuah restoran kecil di depan rumah sakit. Ia membeli dua porsi kentang rebus, satu kopi dan dua air mineral. Setengah porsi sudah dihabiskannya di restoran, yang berarti satu setengah lagi masih siap disantap.

Saat kembali masuk ke rumah sakit, ia melihat Miss Courtney, wali kelasnya Gracey menghampirinya.

Kali itu Miss Courtney memakai sebuah baju biru bergaris  putih bertulis ‘LONDON’. Ia mengenakan celana legging berwarna hitam. Rambutnya dikepang dua dan jepitan rambut berwarna baby blue. Sepatunya berwarna pink dengan sedikit sentuhan putih dipinggir. Kalung yang ia pakai berbentuk stroberi. Irisnya yang berwarna biru dan mukanya yang benar-benar baby face itu menggemaskan sekali. Sekilas ia seperti anak murid seumurannya, tetapi umurnya sudah tiga puluh lima.

“ Gracey, Gracey! Miss punya kabar gembira untukmu!” Gracey menengok. Kopinya hampir tumpah saking keras suara Miss Courtney. “Michelle besok sudah boleh pulang!!!”

Kali ini,ia benar-benar menumpahkan botol kopi itu, memeluk Miss Courtney erat-erat. “Maaf, aku telah tidak sopan memelukmu sembarangan.” Tapi ia ingat sesuatu yang masih mengganjal. “B…bagaimana tentang biaya itu? Michelle kan tidak punya orang tua…”

Miss Courtney tersenyum lebar, menunjukkan kertas biaya pengobatan Michelle yang sudah lunas atas nama ‘Brian’. “Ada seorang pemuda berbaik hati membayar semua itu Gracey sayang. Walau aku tidak tahu ia siapa dan seperti apa rupanya. Aku yakin ia mempunyai hati mulia.”

“Iya… Aku juga yakin Miss.” Ujar Gracey lembut.

“Miss, aku ingin ke kamar Michelle dulu. Boleh kan?” Miss Courtney mengamgguk, membiarkan anak murid kesayangannya itu pergi, tanpa ingat akan kopinya yang tumpah itu.

Sampai kamarnya Michelle, ia melihat sahabatnya itu tertidur pulas. Gawainya masih menyala, sebuah video musik berjudul “Ghost Rule”

MAYDAY  boku to wakatte mo  mou dakishimenakute ii’nda yo
MAYDAY  boku ga wakattara  mou ichido waratte kureru kana

Karena takut sayang baterai, Gracey mematikan gawai Michelle. Tapi yang terjadi malah Michelle terbangun dari tidurnya. Tentu saja mereka berdua cukup terkejut, tetapi dari raut wajahnnya kau bisa menyimpulkan Michelle jauh lebih terkejut daripada Gracey.

“ Hmm… Michelle. Apa sih yang terjadi padamu saat Festival Lomba Lari Internasional itu sampai-sampai saat lomba kau terjatuh dan kakimu patah?” Gracey pun menarik nafas dan kembali berkata, “ Kau belum menceritakanku.”

Terdengar Michelle menahan nafas. “ Odelia Hydi, atlet dari Jerman itu mendorongku sampai jatuh saat itu, ” Saat itu Michelle menitikkan air mata, tanpa Gracey menyadarinya. “ dia ternyata benar-benar jahat! Teganya ia melakukan ini!”

Ia benar-benar menangis saat itu, sampai sesekali ia mengeluh sembari berteriak. Tapi Gracey dengan tenangnya Ia menenenangkan Michelle. Ia memberikan kentang rebus yang ia beli tadi ke Michelle.

Kemana kopiku? Batin Gracey sambil mengubrak-abrik kantong kresek putih. Ia baru saja ingat, ia menumpahkannya di lobi rumah sakit.

***

Kamar di dalam asrama bagaikan surga! Selama Michelle dan Gracey menginap di rumah sakit itu, kamarnya sudah seratus persen rapih. Tidak ada noda makanan, barang-barang tergeletak di lantai hilang dan air minum yang biasanya ditumpahi Gracey sudah tidak ada walau setetes saja.

Michelle langsung berlari ke kasur, membiarkan dirinya terlempar ke kasur. Sedetik kemudian, ia sudah terlelap dan menikmati istirahatnya. Sebetulnya Gracey masih ingin Michelle bangun. Ia ingin dirinya dan Michelle menikmati udara segar di taman.Tapi ia pikir, Michelle memang memerlukan istirahat yang cukup. Jadi pada akhirnya Gracey keluar sendiri.

Jalan menuju lorong, belok kanan lalu menemui sebuah pintu abu-abu yang terbuat dari besi. Itu pintu lift. Ia menekan tombol L. Tidak lama kemudian, lift membuka pintunya.Kali itu, dia tidak sendiri.

Saat ia masuk, ia sedikit cuek dengan murid di sebelahnya. Tubuhnya cukup kekar dan badannya sangat tinggi. Ia hanya berpikir itu kakak kelas yang ia sama sekali tidak kenal. Tetapi, ia baru menyadari siapa murid di sebelahnya.

“Odelia? Odelia Hydi?” Tanya Gracey.

“ Yap, aku Odelia Hydi,”  Ia menjabat tangan Gracey.  “ Lalu, siapa kamu?”

“ Gracey Winter, s..salam kenal.”

“ Salam kenal juga.”

Odelia bercerita bahwa sebetulnya ia anak baru. Alasannya pindah sekolah sekalian negara adalah karena ia terkagum dengan keindahan kota Vareston. Selain itu, ia nyatanya tidak nyaman bersekolah di sekolah lamanya di Jerman. Sesuai pendapatnya, sekolah lamanya itu melarangnya melakukan hal-hal sesuai keinginan batinnya.

Advertisements

Twins Forever

Karya Auryn

KRIIING… KRIIING…

Bel sekolah berbunyi..

Perkenalkan, namaku Stevie Zaldana Amelia. Tetapi panggil saja aku Zaldana. Aku memiliki saudari kembar bernama Stevie Zoey Amelia. Dia biasa dipanggil Zoey. Kami bersekolah di “ Lizzy School ”. Sekolah kami mempunyai banyak sejarah. Salah satunya adalah cerita kami.

Di suatu pagi yang sangat cerah…

“ Zaldana…Zaldana… bangun…. ini hari yanga sangat istimewa lhooo…” kata Zoey sambil menggoyang – goyangkan tubuh Zaldana. “ Iya, iyaaaa…. Kamu mandi duluan saja..” balas Zaldana sambil masih memeluk bantal.

Tidak lama kemudian, setelah mereka berdua mandi dan berpakaian, mereka turun ke lantai bawah untuk sarapan. Ternyata, sarapan pagi ini adalah telur mata sapi dan daging asap kesukaan mereka. Tiba – tiba, mom keluar dari dapur. “ eh, dua anak kesayangan mom sudah siap untuk berangkat sekolah… Tapi,sebelum itu  jangan lupa makan sarapan dulu ya…”. “ Okay mom.” Sambung mereka.

Setelah sarapan mereka pamit kepada mom and dad dan berangkat ke sekolah baru mereka dengan mobil hitam milik dad dan diantarkan dengan Mr. George, supir mereka. Selama perjalanan, mereka tertidur lelap sampai…

“ Permisi nona – nona… maaf menggganggu tidur kalian tetapi kita sudah sampai di “Lizzy School”.”kata Mr. George. Mereka berdua pun mulai membuka mata dan keluar dari mobil.

(Bersambung…)

Cerita Malam

Oleh: Yusika

Langit yang gemerlap tetap indah walaupun gelap. Bulan dan bintang yang menyinari malam hari. Rerumputan di sekujur atas bukit. Tempat seperti itu adalah tempat dimana aku berkemah. Udara nan sejuk membuat ku terantuk – antuk. Tetapi aku tidak langsung tidur karena udara itua yang membuat ku menjadi lapar. Setelah makan aku melihat pemandangan yang indah dari bawah tenda. Hari pun semakin gelap, jadi aku pergi untuk tidur.

Malam

Oleh: Nada

Bulan terang menyinari langit yang gelap. Udara sejuk menghampiri tubuhku. Rumput-rumput yang bergoyang karena hembusan angin sejuk. Taburan bintang-bintang kecil yang sangat indah dan terang. Pemandangan langit gelap yang sangat indah dengan taburan-taburan bintang kecil-kecil membuatku  tersenyum. Suasana yang sunyi membuatku jauh lebih tenang.Burung-burung kecil yang berterbangan di atas langit yang indah.

Saat waktu itu pun aku merasa sangat tenang sekali tidak  ada suara-suara yang  aneh.Hanyalah ada suara burung hantu yang berbunyi.Ttenda-tenda tersusun rapih. Rasanya tenang sekali merasakan suasana ini.

Keindahan Pantai di Lombok

Oleh: Yaya

Saat ini aku sedang berlibur di daerah Lombok. Selain berlibur, aku juga berkunjung ke rumah budeku yang tinggal di sana.

Saat berlibur, budeku mengajakku untuk pergi ke beberapa pantai indah di Lombok. Aku diajak untuk pergi ke pantai Selong belanak. Di sana aku berlari-lari mengitari sepanjang Pantai Selong Belanak yang pemandangannya sangat indah dan pasir yang lembut. Aku melihat banyak sekali turis mancanegara yang melakukan surfing. Aku pun jadi ingin melakukannya,

Di antara Langit Gelap dan Hijau Rumput

Oleh: Keisha

Langit begitu indah. Dari warna hitam legamnya angkasa, ada bintang-bintang bersinar dengan amat terang. Membuat angsaka begitu indah terhiasi. Bintang tidak selalu bersinar sendirian, kehadiran sang bulan selalu mendampinginya. Sepertinya kurang lengkap, jika suara jangkrik dan burung hantu tidak menyertai kebisingan di sini. Aku tidak lupa, bahwa pemangsa binatang kecil akan keluar dari liang kegelapan. Menyergap mangsanya kapanpun hanya dalam sepersekian detik. Tanpa rasa ampun, tanpa belas kasih ia perlihatkan.

Wangi santapan dari arah belakang, membuat perutku tergoda mencobanya. Mungkin menandakan bahwa aku seharusnya sudah selesai termenung diantara langit dan hamparan rumput. Aku berdiri, menatap piring-piring yang sudah berjejer di meja yang panjang. Dengan segera aku berlarian ke arah meja dengan hati yang berbunga-bunga.

Bersenang-Senang di Pantai Bali

Oleh: Auryn

Saat liburan di Bali, aku bermain di Pantai Kuta. Di sana aku bermain di pasir yang halus dan bersih. Aku membuat istana pasir yang bermacam-macam bentuknya. Saat bermain pasir aku juga menemukan beberapa kerang yang bermacam-macam bentuk dan warnanya. Ada yang berwarna pink, hitam, peach, dan jingga.

Tiba-tiba kakak dan ayah aku mengajak aku untuk berenang di laut. Aku segera memakai baju renang dan memakai kaca mata renang aku. Kemudian aku langsung berenang menjauhi pantai. Lalu aku melihat ke bawah laut. Ternyata di bawah sana ada terumbu karang yang beragam bentuk dan warna. Di sana juga banyak ikan-ikan kecil yang berwarna-warni yang sedang berenang ke sana-kemari.