Tik Tok paling tidak jelas sedunia asal usulnya

Karya:devdan

Malam itu aku terbayang bayang di kepalaku,  kata temanku Tik Tok  itu keren tapi aku malas sekali kalau mendowlnot aplikasi di handphoneku yaaa bay the way aku coba saja download  ternyata benar, aku sampai ketagihan  untuk membuat video. Lalu kok lama lama bosen sih terus aku mencoba untuk memakai lagu Despacito Lois Foinsi ya sudah aku pakai saja lagu itu menurut ku sih ya lumayan bagus tapi saat lagu ini aku selesai di rekam aku lihat bagus ternyata ya sudah aku SAVE ternyata terkirim OMG takut banget aku benar saja ada yang mengomentariku beberapa menit kemudian setelah aku mengirim video itu aku langsung cepat cepat menghapus Tik Tok itu, tamat.

Advertisements

Untuk pergi ke sekolah

Karya: Devdan

Di waktu subuh aku harus bangun dan berangkat ke sekolah. Aku hanya bisa sarapan ubi madu. Hanya itu yang ada di rumah. Aku bersama teman-temanku berangkat dari rumah ke sekolah yang menempuh waktu selama tiga jam. Tidak ada kendaraan yang bisa dinaiki.

Aku melewati hutan yang agak becek karena kemari malam hujan deras. Akhirnya aku sampai di titik tersulit dari yang lain: menyeberangi sungai tanpa jembatan. Tiba tiba saat di tengah-tengah seorang temanku terpeleset dan terjatuh, waktu itu arus sungai sangat kencang. Teman-temanku kesulitan saat menyeberangi sungai.  Kejadian itu berlangsung dramatis. Aku pun sangat terkejut ketika temanku terpeleset. Untung saja di depan ada seorang pria yang menolong temanku yang sedang terseret ombak.

Sesampainya kami di hulu sungai kami pun khawatir dengan teman kami, tetapi temanku mengatakan bahwa dia tidak apa apa, hanya tergores batu sedikit. Kami pun melanjutkan perjalanan ke sekolah, di tengah-tengah kami pun menemukan toilet umum dan kami pun memakai pakaian yang tadi dibawa di tas. Setelah itu, aku pun menemukan kantin umum. Memang sedikit aneh di tengah hutan yang rimbun ada  kantin umum.Lalu aku makan bekalku sebentar saja dan tanpa istirahat kami pun langsung pergi ke sekolah.

Liburanku di Jakarta Kota

Karya: Devdan

Hari Minggu ini aku jalan-jalan ke Kota Tua menaiki KRL dari Stasiun Lenteng Agung bersama Abi dan Mimi. Suasana di KRL saat itu tidak begitu penuh dan aku pun bisa mendapatkan tempat duduk dengan nyaman. Sesampainya di Stasiun Jakarta Kota, kita berjalan kaki saja menuju Museum Fatahilah. Banyak rombongan yang berduyun-duyun melihat megahnya bangunan jaman kolonial Belanda tersebut. Tidak hanya menyuguhkan wisata edukasi saja tetapi banyak penyewaan sepeda Onthel untuk para pengunjung yang ingin berkeliling menikmati area Museum Fatahilah. Aku di Museum Fatahillah juga ambil foto sambil naik sepeda Onthel lhoo…

Setelah puas menikmati suasana Museum Fatahilah, aku beralih ke Museum Keramik dan Lukisan, ditempat ini selaim dipamerkan keramik hasil peninggalan kerajaan di Nusantara pada jaman dahulu juga terdapat lukisan yang dari para maestro seni lukis di Indonesia, banyak sekali peninggalan sejarah terutama keramik dan lukisan yang dapat aku pelajari disini. O iya aku juga berkesampatan belajar membuat keramik lhoo…disini, dengan biaya Rp. 50.000,00 aku belajar dari awal hingga akhir dan hasilnya bisa dibawa pulang. Asyik banget pokoknya mengunjungi Museum Keramik dan Lukisan.

Pelabuhan Sunda Kelapa. Di sana adalah bagian terseru dari tempat yang lain, di sana aku menaiki perahu kecil untuk mengelilingi Pelabuhan Sunda Kelapa. Mimiku sangat ketakutan karena takut mesin nya berhenti di muara, arusnya lumayan kencang lho… aku pernah nonton di Youtube ada ombak bono. Ombak bono itu biasa terjadi di muara laut yang kencang arusnya kencang. Terima kasih orang tuaku yang telah mengajakku traveling.